Materi tentang konsep diri ini adalah hasil bacaan saya dari buku Interpersonal Communication karya Joseph De Vito pada chapter 2; The Self in Human Communication.
Konsep diri adalah gambaran atau konstruksi tentang diri kita yang kita bayangkan atau apa yang kita pahami sebagai diri kita sendiri. Gambaran tersebut bisa berupa bagaimana perasaan kita, apa kekuatan kita, apa kelemahan dan apa keterbatasan kita. Konsep diri dapat dibentuk oleh 4 faktor, di antaranya adalah; gambaran orang lain terhadap diri kita, pembandingan kita dengan orang lain, pengaruh lingkungan, dan hasil interpretasi serta evaluasi diri sendiri.
Gambaran orang lain tentang diri kita
Konsep diri dipengaruhi oleh faktor ini. Terkadang, ada hal tentang diri kita yang kita tidak sadar, tapi orang lain sadar. Ibaratnya seperti kita hanya bisa melihat bagaimana wajah kita kalau kita bercermin. Kalau tidak, kita tidak akan tahu bagaimana rupa dari wajah kita. Contoh pengaruh gambaran orang lain tentang diri kita dalam proses konstruksi konsep diri kita adalah, ketika ibu atau orang terdekat kita bilang kalau kita cerewet, maka konstruksi yang kita pahami tentang diri kita adalah kita adalah orang yang cerewet.
Pembandingan dengan orang lain
Cara lain untuk mengkonstruksi konsep diri adalah dengan membandingkan diri kita dengan orang lain. Bisa dengan membandingkan bagaimana sikap atau sifat kita dengan orang lain, apakah kita lebih baik dari dia atau tidak, bisa juga dengan menjadikan seseorang sebagai pemicu semangat untuk kita bisa lebih baik dari dia.
Pengaruh lingkungan
Meskipun sekolah atau lembaga pendidikan bisa sebagai sarana pembentukan karakter, tapi pengaruh lingkunan adalah salah satu faktor kuat pembentukan konsep diri. Misalnya seorang anak laki-laki yang dari kecil main boneka, bermain dengan perempuan, dan sangat dimanja oleh orang tuanya, dia akan tumbuh sebagai laki-laki yang lembut dan gemulai. Berbeda dengan anak laki-laki yang bermain robot-robotan, bermain dengan teman-teman laki-laki, dan dididik dengan tegas (tidak terlalu dimanja) oleh orang tuanya. Dia akan tumbuh dan berperan sebagaimana mestinya seorang laki-laki.
Hasil interpretasi serta evaluasi diri sendiri
Kita selalu bereaksi dengan perbuatan kita. Dan interpretasi serta evaluasi tersebut berkontribusi terhadap pembentukan konsep diri kita. Saat kita berbohong, kita sadar kita telah berbohong, tapi kita tetap melakukannya, dan itu akan menjadi konflik batin di diri kita. Contoh lainnya ketika kita telah membantu orang, kita akan merasa puas telah membantu. Karena itu adalah hal yang baik. Hasil interpretasi dan evaluasi ini akhirnya akan membuat kita sadar bagaimana seharusnya kita berbuat dan menentukan sikap.
Sekian hasil reading course dari saya tentang buku nterpersonal Communication karya Joseph De Vito pada chapter 2; The Self in Human Communication. Bila ada kekurangan atau kesalahan, silahkan menambahi atau memberi kritik dengan memberikan komentar. Terima kasih.
Dikerjakan oleh:
Nama : Azzumar Adhitia Santika
NIM : 135120201111037
Dosen pengampu matakuliah Komunikasi Antar Pribadi : Akhmad Muwafik Saleh, M.Si
No comments:
Post a Comment